poems
poems
detik baru saja melewatinya
pertanda usai sudah penantian
sirna harapan,pupus angan
lalu mengapa harus mengejar matahari esok?
dan mengapa harus pantang bersedih?
mungkin mereka lupa menelpon hari ini
atau mungkin mereka menghadapi masalah genting
tiba - tiba si pemsimis mengatakan
sudahlah jika memang bukan jodoh
dan si optimis membisikan
besok matahari masih bersinar cerah
aku, cinta dan sumpah
sehidup semati dalam bahagia dan derita
raut hanya berpaut dalam sekelumit ombang ambing ombak kehidupan
getar maju menggentarkan tekad dan cita
janji dari seorang pria terhadap wanita
bersimbah air mata dalam haru nan syahdu
untuk menggenapkan cipta rasa hati
bukan sekedar membunuh rindu yang luka
datanglah keheningan dalam batin
seketika menyiksa lamunan untuk membenci
tulus ada dan tiada cinta memang tak mengapa
yang pasti ada separuh yang hilang dariku
nafasku adalah nafasmu yang bahagia
dari persimbahan sebagai wujud satu
menyatu laksana batu terbaring hempas
abaikan luka dari cinta dan rindu
sayang apakah disana engkau merasakan yang sama
seperti diriku yang sedang belajar membencimu
sayang apakah disana engkau menginginkan yang sama
seperti diriku yang sedang belajar melupakanmu
sayang dimanakah dirimu ketika ku ingin mengatakan benci
sayang mengapa kamu hadir dalam lamunan rinduku
sayang seolah percuma ku belajar membenci dan melupakanmu
sayang semakin ku benci semakin ku sayang
sayang semakin ku lupa semakin ku rindu
dalam sedikit mabuk keberadaan rasa singgah
bila terjadi perang emosi antara aku dan dirimu
katakan cinta jika bisa mengerti apa artinya cinta
hukum dilalui dengan hukum
rimba lalu sekelumit emosi jiwa
enggan kunjungi sebuah tangisan
hantam rusuk lantahkan musuh
saat tiba sang dewi datang dengan tutur kata manis
terlambat adalah manifesto
sekitar pasti enggan menjabat tangan
atau hanya untuk senyum yang basi
antara emosi yang tertantang
tiba pada pilihan diambang batas
janji untuknya adalah sebuah anggukan
galau dan bimbang saat emosi terluap
harusnya anggukan bisa menjadi redaman
kalau saja permainan hati bisa tergenggam
nyatanya aliran darah adalah jawaban dari benda tajam
atas luapan tak terbendung dari sebuah emosi