aku, cinta dan sumpah
sehidup semati dalam bahagia dan derita
raut hanya berpaut dalam sekelumit ombang ambing ombak kehidupan
getar maju menggentarkan tekad dan cita
janji dari seorang pria terhadap wanita
bersimbah air mata dalam haru nan syahdu
untuk menggenapkan cipta rasa hati
bukan sekedar membunuh rindu yang luka
datanglah keheningan dalam batin
seketika menyiksa lamunan untuk membenci
tulus ada dan tiada cinta memang tak mengapa
yang pasti ada separuh yang hilang dariku
nafasku adalah nafasmu yang bahagia
dari persimbahan sebagai wujud satu
menyatu laksana batu terbaring hempas
abaikan luka dari cinta dan rindu
sayang apakah disana engkau merasakan yang sama
seperti diriku yang sedang belajar membencimu
sayang apakah disana engkau menginginkan yang sama
seperti diriku yang sedang belajar melupakanmu
sayang dimanakah dirimu ketika ku ingin mengatakan benci
sayang mengapa kamu hadir dalam lamunan rinduku
sayang seolah percuma ku belajar membenci dan melupakanmu
sayang semakin ku benci semakin ku sayang
sayang semakin ku lupa semakin ku rindu